KACAMATA SUNGLASS VS SUN BLOCK LOTION
Kebutuhan untuk tampil penuh percaya diri dan mempesona sehingga memicu orang lain tertarik menjadi sebuah kebutuhan yang sulit dihindari saat ini. Percaya atau tidak, iklan produk kecantikan merupakan salah satu penyumbang iklan terbesar di seluruh media massa. Salon-salon kecantikan bertebaran untuk memenuhi hasrat setiap orang agar selalu tampak up to date dan tidak di anggap “jadul”. Setidaknya inilah wabah epidemik yang menggandrungi apapun jenis kelaminnya dan tidak semata-mata kebutuhan tersebut tertuju pada wanita.
Salah satu kandungan perawatan kulit yang begitu termahsyur dan mungkin menjadi alat vital publikasi adalah adanya indikasi keberadaan sun block ( baca pelindung dari sinar matahari ) dalam sebuah produk. Suatu ketika seseorang yang saya kenal melumuri seluruh tubuhnya dengan lotion tersebut di wajah dan kepalanya, lalu ia pergi dengan menggunakan topi, baju lengan panjang, celana panjang dan kadangkala menggunakan payung bila hari di rasa mulai terik. Tujuan utamanya adalah melindungi dirinya dari bahaya sinar UV (= Ultra Violet ) yang berasal dari matahari. Lalu dengan gaya jenaka saya mengajukan sebuah pertanyaan, kenapa kamu tidak menggunakan sunglass atau kacamata hitam ? Dia menjawab,” Entar gue di sangkain tukang pijat lagi”. Kami pun tertawa dengan riuhnya, karena tak bisa dipungkiri bahwasanya jika kita menggunakan sunglass maka orang-orang akan beranggapan ataupun mengejek pengguna sunglass sebagai tukang pijat.
Lalu saya berpikir keras, apakah analogi ini dapat selalu tetap digunakan ataukah cara berpikir kita yang mulai tidak rasional? Kemudian teringatlah saya tentang pelajaran Premis, dimana tuna netra adalah tukang pijat, tuna netra pakai kacamata hitam,maka memakai kacamata hitam adalah tukang pijat. Walaupun tidak semua tukang pijat adalah tuna netra dan orang yang menggunakan kacamata hitam adalah tuna netra. Okelah kita tinggalkan polemik ini sejenak.
Tahukah anda tentang tingkat utilitas menggunakan kacamata hitam sebagai media sun block bagi kesehatan mata kita?
Sinar UV yang berada di sekitar kita adalah UV A dan UV B, sedangkan UV C terhambat oleh keberadaan atmosfer. Menurut banyak penelitian, sinar UV dapat menyebabkan kerusakan pada mata yang tidak dilindungi. “ Manusia sangat mewaspadai kanker kulit. Anda harus peduli saat kulit terkena pancaran sinar matahari,” ucap Dr J Alberto Martinez, seorang dokter spesialis mata di Bethesda dan Profesor di Georgetown University Medical School. "Tetapi di saat yang sama, mata juga mengalami permasalahan akibat pancaran sinar matahari. Sinar matahari merupakan permasalahan kesehatan umum dan sebagai dokter spesialis mata, saya memperhatikan dengan seksama, tingkat keparahan pada organ penglihatan disebabkan oleh sinar UV “. Lama-tidaknya pancaran yang diterima dapat mengakibatkan masalah penglihatan dan tentu saja penyakit pada organ. Ini merujuk pada kesimpulan dar Lembaga Pelindung Liingkungan Udara dan Radiasi Amerika (U.S. Environmental Protection Agency's Office of Air and Radiation).
Sinar UV meski dalam jangka waktu pendek dapat menimbulkan keadaan mata merah atau dikenal sebagai Photokonjungtivitis. “ Sinar matahari dapat memicu erosi sel pada bagian depan kornea dan akan berkembang menjadi kerusakan secara permanen dan mati,” ucap Dr Lee Duffner, seorang dokter spesialis mata di Hollywood. Dalam periode tertentu, penyakit yang dapat diidap beberapa diantaranya adalah Pterygium, Katarak ( Lensa mata menjadi keruh ), Makula Degenerasi, Kanker. Oleh karena itu, ada sinyalemen mengapa warga pedesaan lebih cepat mengalami katarak daripada warga perkotaan. Beberapa ahli berinisiasi semakin seringnya seseorang melakukan kegiatan di luar lapangan akan lebih cepat mengalami katarak.
Sinar UV tidak hanya berbahaya saat matahari bersinar terik, pada saat musim hujan tetap tidak berkurang pengaruhnya. Lalu bagaimana melindungi mata anda? Sunglass. Media ini dianggap sebagai pilihan termudah dan para ahli pun menyarankannya. Setidaknya kacamata hitam harus dapt menyerap sinar UV A dan UV Bdalam kisaran 99-100%. Pertimbangkan pula berapa besar biaya yang akan anda keluarkan dan efek psikologis yang mungkin timbul ketika anda tidak melindungi mata anda.Murah ataupun mahal bukanlah poin utama, karena banyak pula ditemukan sunglass berharga murah namun baik dalam penyerapan sinar UV.
Bagaimanapun juga mata adalah property dan investasi yang tiada tertandingi bagi siapapun. Ingatlah ketika anda memilikinya, bukan merindukannya saat anda sudah tak memiliki. Kerusakan akan radiasi sinar UV berasal dari akumulasi dari keadaan-keadaan sebelumnya. Tidak ada salahnya, anak-anak kita mulai diperkenalkan dengan manfaat kacamata hitam. Ini untuk menjaga kemampuan penglihatan mereka hingga usia mereka beranjak dewasa. Dr Martinez juga menyampaikan masa kritis terjadi pada 18 tahun pertama seorang manusia menjalankan kehidupan. Semakin besar kerusakan yang terjadi, maka sebenarnya kita telah ketinggalan laksana “ pacar ketinggalan kereta’. Kesulitan akan merajai saat anda memulai sebuah kebiasaan baru, namun tidak pernah ada kata berhenti untuk selalu berikhtiar alias berusaha. Para sesepuh menyebutnya “ Kalau tidak dicoba, kita tidak akan tahu apa hasilnya”
Sumber Referensi :
1. Journal Medline Plus 20 Agustus 2010
2. Wikipedia
3. Sumber-sumber lainnya
Cari Blog Ini
Kamis, 02 September 2010
Sabtu, 28 Agustus 2010
TIPS MEMOTONG LENSA SECARA MANUAL
TIPS MEMOTONG LENSA SECARA MANUAL
Kebanyakan pemilik optikal tidak memiliki kemampuan dalam dunia optikal dikarenakan mereka awam dan atau mereka adalah praktisi namun berdana kecil. Kecenderungan untuk meraup untung yang sebesar-besarnya ditenggarai dilakukan dengan berbagai cara dan salah satunya adalah memotong dan memasang lensa sendiri dengan segala keterbatasan yang ada. Mungkin anda salah satunya? Tehnik dalam memotong tidaklah terlalu sulit dan rumit. Setiap orang dapat melakukannya dengan bermodalkan ketekunan belaka. Banyak ditemukan para praktisi pemotong dan pemasang lensa tidaklah kelulusan dari dunia pendidikan seputar optikal. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat anda lakukan seraya terus berlatih dan jangan merasa berpuas diri atas kemampuan yang saat ini dimiliki.
A. Lay out
Dalam melakukan lay out banyak hal kecil yang dapat dilakukan diantaranya ;
I. Pattern ( patrun )
a.Pattern Asli
Pattern asli untuk sebagian besar merk frame akan selalu lebih besar dari aslinya ( lingkar rim ) berkisar antara 0,5 mm - 1,50mm, kecuali merk frame yang sudah terkenal dan harganya berkisar 1 juta ke atas. Alangkah baiknya untuk tetap berpikir bahwa lensa lay out selalu lebih besar dari asli meski garis lay out telah terpotong.
b. Tidak ada pattern
1. Anda dapat menggambar langsung dengan cara menahan bagian bridge tepat di tepi lensa dengan menaruh frame dibagian belakang lensa.
2. Ambil kertas atau kartun sebagai media membuat pattern
3. Gunakan mesin pembentuk pattern jika anda memilikinya
c. Menentukan Pupil Distance ( PD ) pasien
Ukur panjang horizontal rim atau biasa di sebut sebagai size rim dan bridge. Selisih antara PD Pasien dengan PD frame dan kemudian di bagi dua itulah yang akan kita ambil. contoh :
PD frame= 63
PD pasien = 65
maka, Pergeseran = PD frame - PD pasien
= 63 - 65
= -2 mm
Jadi titik fokus / PD berada ke arah temporal/tepi frame 1mm dari titik PD frame.
II. Bagian Lay out
a. Bagian depan lensa
Bila anda menggambar dari sisi depan lensa, maka lay out tersebut lebih kecil dari ukuran lensa bila terpasang di rim
b. Bagian belakang lensa
Menggambar dari sisi belakang lensa akan membuat lay out lebih besar dari ukuran lensa bila terpasang di rim
Kisaran perbedaan berkisar antara 0,75 - 1 mm dari lensa yang terpasang.
III. Spidol
Biasakan untuk menggunakan spidol jenis tinta permanen seperti Artline 70 dan merk lain terdapat tulisan permanen ink. Lebih baik jika anda menggunakan dengan besaran ujung spidol 1,0 mm. Biasanya pada bagian tutup spidol terdapat tulisan 1.0. Jenis spidol ini lebih akurat dalam menggambar, karena semakin besar ujung spidol maka bias dari tanda yang ditinggalkan oleh spidol semakin besar. Permasalahan seperti ini akan nampak terlihat bila rim frame berbentuk segi dan sudutnya lancip.
B. Proses pemotongan lensa
Saat memotong, lensa tidak perlu ditekan ke permukaan gerinda. Lensa kaca akan menimbulkan percik api dan bahkan pecah, sedangkan lensa plastik membuat putaran gerinda tertahan. Perilaku ini juga memberikan efek samping berupa permukaan gerinda yang akan cepat menipis dan mudah aus. Pastikan gerinda tersebut ada bagian kasar ( = rough ), dan halus (= fine ) dan akan lebih menguntungkan jika ada bagian dari gerinda untuk membuat bevel ( sudut ) yang kebanyak berada satu tempat dengan gerinda halus. Gerinda kasar digunakan untuk memotong lensa hingga menyentuh tepi luar garis spidol. Kemudian pindahkan ke gerinda halus hingga pertengahan garis yang dibentuk dalam lay out. Bila jenis mesin potong memiliki bagian pembuat bevel untuk full frame, anda diperkenankan untuk memulai membentuk sudut/bevel. Jenis frame half frame atau rimless tidak perlu untuk pembuatan sudut.
Bila gerinda tidak memiliki pembentuk bevel, sebaiknya anda menentukan jenis bevel yang akan dibuat sesuai dengan ketebalan lensa.contoh :
a. Bevel 1/3 : 2/3
Lakukan pemotongan dengan sudut yang mengarah ke permukaan depan lensa sebanyak 1 kali putaran dan belakang 2 kali putaran
b. Bevel 1/2 : 1/2
Pemotongan bagian depan dan belakang 1 kali putaran
c. Lensa Bolong atau tidak sesuai dengan bentuk rim
Jangan panik, lihat bagian mana yang bolong dan tandai dengan spidol. Potong secara perlahan dan sedikit bagian yang di luar tanda ( bukan keseluruhan ) atau sisi yang mengapit bagian yang bolong
d. Memegang lensa
Hal ini tergantung dari kebiasaan praktisi. Saya menyarankan bagian belakang lensa mengarah ke pemotong atau bagian kiri pemotong. Bila dilakukan sebaliknya, anda kan menemui kesulitan terutama pada saat memperkirakan apakah garis telah terpotong atau belum.
D. Bersihkan peralatan memotong
Tanpa disadari, kebiasaan membersihkan bagian luar dan dalam mesin potong akan membuat akurasi dan presisi mesin tidak berkurang. Selain itu,mesin juga kan berumur lebih panjang.
E. Memotong di bagian gerinda yang sama
Setiap mesin memiliki gerinda dengan variasi ukuran yang berbeda. Seringkali ditemukan para praktisi memotong dibagian gerinda yang sama. Misal lebarnya 10 cm,umumnya bagian yang terpakai hanya setengahnya. Padahal kita dapat memanfaatkan semua bagian. Inilah penyebab utama mengapa permukaan gerinda tidak rata yang dapat mengakibatkan akurasi pemotongan lensa jadi berkurang.
F. Pemotongan sebelum ke gerinda
Berlian, tang atau besi yang di jepit memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. 1 hal yang selayaknya anda lakukan adalah memegang sisi dalam lebih kuat agar titik momentum lensa dapat diwakili oleh jari. Semakin ke tengah, maka permukaan lensa akan semakin rapuh dan mudah pecah atau terbelah.
Semakin sering anda mencoba, keahlian anda akan meningkat. Practice make perfect.Apalagi hobi anda adalah berbau kesenian, niscaya akan mempermudah mencapai keahlian dalam memotong walau menggunakan mesin manual. Banyak orang percaya bahwa mesin automatik lebih baik daripada manual, padahal sehebat apapun mesin auto masih membutuhkan kemampuan memotong manual. Semua itu disebabkan oleh mesin yang bersifat statis alias mengikuti setting yang telah dibuat. Kekurangan mesin auto akan lebih tampak saat lensa mempunyai banyak segi dan sudutnya tajam. Manual tidak selalu identik dengan ketinggalan zaman
Kebanyakan pemilik optikal tidak memiliki kemampuan dalam dunia optikal dikarenakan mereka awam dan atau mereka adalah praktisi namun berdana kecil. Kecenderungan untuk meraup untung yang sebesar-besarnya ditenggarai dilakukan dengan berbagai cara dan salah satunya adalah memotong dan memasang lensa sendiri dengan segala keterbatasan yang ada. Mungkin anda salah satunya? Tehnik dalam memotong tidaklah terlalu sulit dan rumit. Setiap orang dapat melakukannya dengan bermodalkan ketekunan belaka. Banyak ditemukan para praktisi pemotong dan pemasang lensa tidaklah kelulusan dari dunia pendidikan seputar optikal. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat anda lakukan seraya terus berlatih dan jangan merasa berpuas diri atas kemampuan yang saat ini dimiliki.
A. Lay out
Dalam melakukan lay out banyak hal kecil yang dapat dilakukan diantaranya ;
I. Pattern ( patrun )
a.Pattern Asli
Pattern asli untuk sebagian besar merk frame akan selalu lebih besar dari aslinya ( lingkar rim ) berkisar antara 0,5 mm - 1,50mm, kecuali merk frame yang sudah terkenal dan harganya berkisar 1 juta ke atas. Alangkah baiknya untuk tetap berpikir bahwa lensa lay out selalu lebih besar dari asli meski garis lay out telah terpotong.
b. Tidak ada pattern
1. Anda dapat menggambar langsung dengan cara menahan bagian bridge tepat di tepi lensa dengan menaruh frame dibagian belakang lensa.
2. Ambil kertas atau kartun sebagai media membuat pattern
3. Gunakan mesin pembentuk pattern jika anda memilikinya
c. Menentukan Pupil Distance ( PD ) pasien
Ukur panjang horizontal rim atau biasa di sebut sebagai size rim dan bridge. Selisih antara PD Pasien dengan PD frame dan kemudian di bagi dua itulah yang akan kita ambil. contoh :
PD frame= 63
PD pasien = 65
maka, Pergeseran = PD frame - PD pasien
= 63 - 65
= -2 mm
Jadi titik fokus / PD berada ke arah temporal/tepi frame 1mm dari titik PD frame.
II. Bagian Lay out
a. Bagian depan lensa
Bila anda menggambar dari sisi depan lensa, maka lay out tersebut lebih kecil dari ukuran lensa bila terpasang di rim
b. Bagian belakang lensa
Menggambar dari sisi belakang lensa akan membuat lay out lebih besar dari ukuran lensa bila terpasang di rim
Kisaran perbedaan berkisar antara 0,75 - 1 mm dari lensa yang terpasang.
III. Spidol
Biasakan untuk menggunakan spidol jenis tinta permanen seperti Artline 70 dan merk lain terdapat tulisan permanen ink. Lebih baik jika anda menggunakan dengan besaran ujung spidol 1,0 mm. Biasanya pada bagian tutup spidol terdapat tulisan 1.0. Jenis spidol ini lebih akurat dalam menggambar, karena semakin besar ujung spidol maka bias dari tanda yang ditinggalkan oleh spidol semakin besar. Permasalahan seperti ini akan nampak terlihat bila rim frame berbentuk segi dan sudutnya lancip.
B. Proses pemotongan lensa
Saat memotong, lensa tidak perlu ditekan ke permukaan gerinda. Lensa kaca akan menimbulkan percik api dan bahkan pecah, sedangkan lensa plastik membuat putaran gerinda tertahan. Perilaku ini juga memberikan efek samping berupa permukaan gerinda yang akan cepat menipis dan mudah aus. Pastikan gerinda tersebut ada bagian kasar ( = rough ), dan halus (= fine ) dan akan lebih menguntungkan jika ada bagian dari gerinda untuk membuat bevel ( sudut ) yang kebanyak berada satu tempat dengan gerinda halus. Gerinda kasar digunakan untuk memotong lensa hingga menyentuh tepi luar garis spidol. Kemudian pindahkan ke gerinda halus hingga pertengahan garis yang dibentuk dalam lay out. Bila jenis mesin potong memiliki bagian pembuat bevel untuk full frame, anda diperkenankan untuk memulai membentuk sudut/bevel. Jenis frame half frame atau rimless tidak perlu untuk pembuatan sudut.
Bila gerinda tidak memiliki pembentuk bevel, sebaiknya anda menentukan jenis bevel yang akan dibuat sesuai dengan ketebalan lensa.contoh :
a. Bevel 1/3 : 2/3
Lakukan pemotongan dengan sudut yang mengarah ke permukaan depan lensa sebanyak 1 kali putaran dan belakang 2 kali putaran
b. Bevel 1/2 : 1/2
Pemotongan bagian depan dan belakang 1 kali putaran
c. Lensa Bolong atau tidak sesuai dengan bentuk rim
Jangan panik, lihat bagian mana yang bolong dan tandai dengan spidol. Potong secara perlahan dan sedikit bagian yang di luar tanda ( bukan keseluruhan ) atau sisi yang mengapit bagian yang bolong
d. Memegang lensa
Hal ini tergantung dari kebiasaan praktisi. Saya menyarankan bagian belakang lensa mengarah ke pemotong atau bagian kiri pemotong. Bila dilakukan sebaliknya, anda kan menemui kesulitan terutama pada saat memperkirakan apakah garis telah terpotong atau belum.
D. Bersihkan peralatan memotong
Tanpa disadari, kebiasaan membersihkan bagian luar dan dalam mesin potong akan membuat akurasi dan presisi mesin tidak berkurang. Selain itu,mesin juga kan berumur lebih panjang.
E. Memotong di bagian gerinda yang sama
Setiap mesin memiliki gerinda dengan variasi ukuran yang berbeda. Seringkali ditemukan para praktisi memotong dibagian gerinda yang sama. Misal lebarnya 10 cm,umumnya bagian yang terpakai hanya setengahnya. Padahal kita dapat memanfaatkan semua bagian. Inilah penyebab utama mengapa permukaan gerinda tidak rata yang dapat mengakibatkan akurasi pemotongan lensa jadi berkurang.
F. Pemotongan sebelum ke gerinda
Berlian, tang atau besi yang di jepit memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. 1 hal yang selayaknya anda lakukan adalah memegang sisi dalam lebih kuat agar titik momentum lensa dapat diwakili oleh jari. Semakin ke tengah, maka permukaan lensa akan semakin rapuh dan mudah pecah atau terbelah.
Semakin sering anda mencoba, keahlian anda akan meningkat. Practice make perfect.Apalagi hobi anda adalah berbau kesenian, niscaya akan mempermudah mencapai keahlian dalam memotong walau menggunakan mesin manual. Banyak orang percaya bahwa mesin automatik lebih baik daripada manual, padahal sehebat apapun mesin auto masih membutuhkan kemampuan memotong manual. Semua itu disebabkan oleh mesin yang bersifat statis alias mengikuti setting yang telah dibuat. Kekurangan mesin auto akan lebih tampak saat lensa mempunyai banyak segi dan sudutnya tajam. Manual tidak selalu identik dengan ketinggalan zaman
Langganan:
Postingan (Atom)