Lensa kontak telah digandrungi oleh khalayak ramai,termasuk para orangtua atau bahkan yang tidak memiliki kelainan refraksi alias menggunakan kacamata dengan lensa resep. Perjalanan panjang yang berawal dari lensa kontak jenis keras hingga akhirnya mencapai lensa kontak komestik atau memiliki warna. Jenis terakhir ini memiliki indikasi untuk mengubah tampilan warna iris mata. Iris mata di setiap negara mempunyai kekhasan tersendiri dan keunikan yang ditampilkan menarik minat untuk mengubah warna iris. Kalangan tertentu menahbiskannya sebagai sebuah nilai dalam fashion dan tidak sedikit di antaranya untuk memberikan semacam pernyataan dalam membentuk image tidak ketinggalan zaman.
Apakah anda sudah mengenal lensa kontak dengan baik? Bagaimanakah cara merawatnya ? Bagaimana dengan kajian ilmiah terkini perihal lensa kontak ? Ataukah nilai kosmetik telah mempengaruhi untuk menjatuhkan pilihan menggunakan lensa kontak ? Pernahkah anda bertanya perihal mempertanyakan motivasi menggunakan lensa kontak? Semua pertanyaan ini kembali kepada pribadi masing-masing. Pertanyaan ini tampil dari sebuah respon akibat begitu banyak temuan, keluhan dan kajian yang berkaitan erat dengan lensa kontak.
Beberapa negara maju telah menerapkan kebijakan lensa kontak tidak dapat diperjualbelikan dengan bebas. Di samping itu, mereka diwajibkan memegang lisensi Contact Lens Practitioner. Bila seorang praktisi melakukan menuliskan resep lensa kontak, maka bui adalah resiko yang harus ditanggung. Perbuatan tersebut dianggap melanggar hukum atau lebih dikenal dengan malpraktik. Indonesia sendiri dikenal sebagai negara dimana lensa kontak dapat diperjualbelikan dengan bebas dan harga yang tergolong sangat murah. Tidak heran, jumlah pengguna di indonesia terus bertambah dan dianggap sebagai pangsa pasar yang menjanjikan. Menurut kabar terkini, kebijakan ini juga akan diterapkan. Namun entah kapan realisasi tersebut dapat terlaksana.
Kewajiban seorang praktisi tidak sekedar menjual, penyampaian informasi yang up to date dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan hak pasien yang wajib dipenuhi. Bagi pasien pengguna lensa kontak diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan jangan menganggap sepele seputar penanganan lensa kontak. Kebutaan dan penyakit mata lainnya akan selalu membayangi anda dan biasanya datang tanpa dijemput. Tanpa bermaksud menakut-nakuti tragedi sebuah larutan lensa kontak tahun 2006 yang melanda seluruh dunia, khususnya asia tenggara cukuplah dijadikan referensi. " It's a scary thing. I don't understand why someone would want to put a contact lens in, just on their own," said Dr Nelly Kim (kira2 terjemahannya "ini adalah hal yang mengerikan. saya tidak mengerti mengapa seseorang hanya mau menggunakan lensa kontak sekehendak mereka" )Pada kesempatan lain beliau juga menghimbau, " apabila anda menggunakan sesuatu yang dimasukkan ke mata, maka anda harus yakin dan mengetahui keamanannya sebagai prioritas utama dan terpasang dengan baik." Sebagaimana diketahui oleh para praktisi, parameter yang disediakan di pasar tidaklah mencapai keidealan yang semestinya lensa kontak sama dengan parameter kornea seseorang. Bila anda menggunakan lensa kontak, saatnya sekarang anda bertanya apakah lensa kontak yang saya pakai sudah pas dengan karakteriitik dan parameter mata anda atau tidak. Seperti halnya pakaian, lensa kontak memiliki parameter yang diwakili oleh BC (Base Curve=kelengkungan dasar lensa kontak ) yang disepadankan dengan kelengkungan depan kornea dan Diameter yang mewakili besaran iris seseorang. Catatan penting bagi pengguna lensa kontak warna bagi yang memiliki ukuran, lensa kontak tersebut mengurangi lapang pandang anda.
Lensa ini dapat disejajarkan dengan benda asing, karena dideskripsikan sebagai bukan bagian mata.Barangkali youtube atau bahkan media lainnya, telah mengajari bagaimana memasang lensa kontak. Informasi yang anda dapatkan tidak dapat dijadikan alasan untuk membelinya secara mudah dan online. Berikut ini adalah hal yang selayaknya dilakukan pemeriksaan sebelum anda diperbolehkan menggunakan seraya mengikuti himbauan Dr. Jessica Ng, Vision Care Center ( Pusat Perawatan Penglihatan/mata ) di Burnaby :
1. Kesehatan secara umum
a. Tekanan bola mata yang dipengaruhi oleh tekanan darah
b. Penderita kencing manis atau bukan
c. Alergi, dll
2. Kesehatan mata di
a. Kelopak mata
b. Kornea
c. Konjungtiva, dll
3. Pengukuran parameter
a. BC
b. Diameter
c. Kalkulasi ukuran ( contoh untuk ukuran minus/myopia diperhitungkan mulai dari -4.00, maka lensa kontaknya - 3.75 )
d. Kualitas dan kuantitas air mata
Semua hal di atas bukanlah pelarangan, tetapi lebih pada pencegahan resiko yang dapat ditimbulkan. Hak pengguna lainnya adalah bagaimana merawat berdasarkan spesifikasi, sbb:
1. Disposable
A. Harian
Tak perlu Perawatan Khusus. Biasakan membilas sebelum memasukkan lensa kontak dengan menggunakan cairan yang disarankan.
B. Mingguan hingga 3Bulanan
Malam hari direndam dengan larutan merujuk waktu pada petunjuk pemakaian. Setiap hari wajib dilepas dan penggunaan maksimal 16 jam/hari, namun yang disarankan tidak lebih dari 12 jam
2. Extended atau lebih dari 6 bulanSetiap minggu wajib direndam dengan tablet perendam yang bisa didapatkan hanya di optikal. Lama perendaman dan dosis dapat melihat di brosur atau sesuai anjuran praktisi.
3. Semi Keras atau Keras
Sesuai anjuran praktisi
Meskipun tidak dipakai , biasakan untuk menjalani prosedur sebagaimana di atas. Beberapa tool kit yang selayaknya dibawa kemanapun saat anda bepergian :
1. Larutan lensa kontak
2. Obat tetes lensa kontak
3. Tempat Lensa kontak
4. Pembersih tangan
Prosedur tambahan yang dapat anda lakukan, antara lain :
1. Bersihkanlah tangan sebelum memakai atau melepas lensa kontak
2. Teteskan obat tetes bila anda merasa mengganjal atau kurang nyaman
3. Jangan kucek atau menggosok mata dengan lengan untuk menghindari iritasi mata atau lensa kontak robek
4. Bersihkan tempat lensa kontak tiap minggu agar kebersihan tempat lensa kontak tetap terjaga
5. Hindari penggunaan lebih dari 16 jam meskipun direkomendasikan oleh produsen
6. Lepaskan lensa kontak bila dengan obat tetes tetap tidak membaik.
7. Teteskan obat tetes ke atas permukaan lensa sebelum dipakai atau membilas lensa dengan cairan saline untuk menghindari sensasi mata perih saat menggunakan lensa kontak
8. Bagi pengguna baru, perhatikan jadwal pemakaian dimana hari 1-3 lama pemakaian 4 jam, dan selanjutnya bertahap 2 jam/3 hari sampai maksimal 16 jam
9. Hubungi praktisi anda bila diperlukan
Moga bermanfaat bagi anda semua. Untuk lebih lanjut akan kita bahas di sesi selanjutnya. Kritik dan saran kami tunggu dan jangan ragu.Kelebihan dan kebaikan datang dari ALLAH, kekurangan dan kealpaan berasal dari penulis.
Cari Blog Ini
Kamis, 19 Agustus 2010
Rabu, 05 Mei 2010
RETINOPATI DIABETIK 2
Retina merupakan salah satu media refrakta (=pembias ) dan menjadi bagian terpenting bagi tersedianya fungsi penglihatan. Elemen terletak di bagian belakang bola mata karena melapisi dinding bola mata. Syaraf sensoris dan retinal pigmen epithelia menjadi kandungan yang dimilikinya dan jutaan fotoreseptor (penerima rangsang cahaya ) yang berbentuk sel kerucut dan sel batang menjadi bagian yang tak terpisahkan. Fungsi ini memberikan beban bagi retina untuk lebih banyak kerja setiap waktu, namun sayangnya sedikit sekali personal menganggap penting arti sebuah penglihatan. Bahkan pamornya lebih kalah dari merawat kecantikan dan kemulusan tubuh.
Salah satu bagian terpenting dari retina adalah makula, dimana memiliki sel kerucut yang berguna dalam "fine vision" dalam artian membuat kita dapat megidentifikasi warna, garis dan bentuk. Fovea juga terdapat didalamnya dan memiliki keutamaan yang demikian mempesona, karena dari area yang tidak lebih besar dari sebuah titik berpengaruh terhadap kemampuan penglihatan.
Retinopati lebih dikenal sebagai gangguan tanpa peradangan yang terjadi pada jaringan pembuluh darah di retina dan biasanya berkaitan erat dengan penyakit sistemik dan salah satu contohnya adalah diabetes melitus atau kencing manis. Sebagaimana telah dijelaskan dalam artikel sebelumnya, maka penderita DM berdasarkan riset yang dibuat oleh Wisconsin Epidemilogic Study of Diabetic Retinopathy (WESDR) maka bagi yang berusia kurang dari 30 tahun (DM tipe I):
- durasi DM < 5 tahun, DR 13%,
- durasi DM 10-15 tahun, DR 90%
penderita DM berusia lebih dari 30 tahun (DM tipe II):
- durasi DM <5 tahun,ketergantunganpada insulin vs non insulin adalah 40% vs 24%
- durasi DM kurang dari 15 hingga 20 tahun, insulin vs non-insulin adalah 84% vs 53%.
Mengapa penanganan retinopati diabetik begitu penting ? Terkadang penderita DM tidak memiliki keluhan retinopati dan visus (kemampuan penglihatan ) akan secara bertahap mengalami penurunan. Banyak ahli mendefinisikannya sebagai bentuk "vision loss" atau hilangnya penglihatan dan para ahli pun sepakat bahwasanya penderita DM wajib melakukan pemeriksaan secara berkala karena mempunyai progresifitas tinggi dalam terciptanya efek kebutaan dibanding penyakit lainnya. Oleh karenanya dibeberapa negara maju dan berkembang, penyakit ini mendapatkan perhatian yang lebih besar. Bagaimana dengan indonesia? Insya ALLAH bila tidak ada halangan kita akan memiliki sarana dan pra-sarana layanan deteksi dini retinopati diabetik yang bertempat di RS Cipto Mangunkusumo. Program ini terselenggara atas kerjasama swasta dan pemerintah, salah satunya LSM Helen Keller Internasional.
Lalu dimanakah peran praktisi dalam hal ini RO dalam mensukseskan program ini? Banyak orang mengira ini bukanlah tugas kita, tapi tahukah anda bahwasanya di negara maju dan berkembang profesi ini begitu berperan dan salah satunya adalah melakukan foto retina dan melakukan edit dan upgrade dari foto retina. Insya ALLAH selepas saya melakukan training dan studi banding di singapura yang akan segera berakhir, saya mengundang para anggota grup ini dengan klasifikasi sebagai berikut :
1. Praktisi RO
Saya akan mengajarkan anda secara sukarela ataupun via seminar mengenai bagaimana mengoperasikan foto fundus dan edit foto fundus. Di singapura, tenaga yang melakukannya adalah optometris bukan profesi lainnya. Bagi pihak akademisi, insya ALLAH saya juga bersedia memberikan semacam kultum bagi para mahasiswanya. Apabila saya tidak salah dengar, alhamdulilah bahwasanya saya diberi kepercayaan oleh ALLAH sebagai perintis dalam bidang ini di indonesia.
2. Non Praktisi
Sebagai wujud rasa terima kasih atas nikmat&kepercayaan dari ALLAH melalui keikutsertaan anda dalam grup ini, maka saya mengajak dan mengundang anda untuk melakukan foto retina, terutama bagi yang mengalami permasalahan penglihatan dan penderita DM. Analisa dan penilaian akan diberikan pada waktu yang sama.
Teriring rasa syukur saya pada anda semua, karena tanpa doa dan keikutsertaan anda dalam grup ini, mungkin mustahil bagi saya untuk dipercaya menuntut ilmu dalam bidang yang belum dikenal khalayak indonesia. Mohon doanya moga saya bisa lulus dan terus aktif berperan serta dalam mencapai "vision 20/20" dan mencegah kebutaan via artikel dan usaha lainnya. Majulah Indonesiaku.
Salah satu bagian terpenting dari retina adalah makula, dimana memiliki sel kerucut yang berguna dalam "fine vision" dalam artian membuat kita dapat megidentifikasi warna, garis dan bentuk. Fovea juga terdapat didalamnya dan memiliki keutamaan yang demikian mempesona, karena dari area yang tidak lebih besar dari sebuah titik berpengaruh terhadap kemampuan penglihatan.
Retinopati lebih dikenal sebagai gangguan tanpa peradangan yang terjadi pada jaringan pembuluh darah di retina dan biasanya berkaitan erat dengan penyakit sistemik dan salah satu contohnya adalah diabetes melitus atau kencing manis. Sebagaimana telah dijelaskan dalam artikel sebelumnya, maka penderita DM berdasarkan riset yang dibuat oleh Wisconsin Epidemilogic Study of Diabetic Retinopathy (WESDR) maka bagi yang berusia kurang dari 30 tahun (DM tipe I):
- durasi DM < 5 tahun, DR 13%,
- durasi DM 10-15 tahun, DR 90%
penderita DM berusia lebih dari 30 tahun (DM tipe II):
- durasi DM <5 tahun,ketergantunganpada insulin vs non insulin adalah 40% vs 24%
- durasi DM kurang dari 15 hingga 20 tahun, insulin vs non-insulin adalah 84% vs 53%.
Mengapa penanganan retinopati diabetik begitu penting ? Terkadang penderita DM tidak memiliki keluhan retinopati dan visus (kemampuan penglihatan ) akan secara bertahap mengalami penurunan. Banyak ahli mendefinisikannya sebagai bentuk "vision loss" atau hilangnya penglihatan dan para ahli pun sepakat bahwasanya penderita DM wajib melakukan pemeriksaan secara berkala karena mempunyai progresifitas tinggi dalam terciptanya efek kebutaan dibanding penyakit lainnya. Oleh karenanya dibeberapa negara maju dan berkembang, penyakit ini mendapatkan perhatian yang lebih besar. Bagaimana dengan indonesia? Insya ALLAH bila tidak ada halangan kita akan memiliki sarana dan pra-sarana layanan deteksi dini retinopati diabetik yang bertempat di RS Cipto Mangunkusumo. Program ini terselenggara atas kerjasama swasta dan pemerintah, salah satunya LSM Helen Keller Internasional.
Lalu dimanakah peran praktisi dalam hal ini RO dalam mensukseskan program ini? Banyak orang mengira ini bukanlah tugas kita, tapi tahukah anda bahwasanya di negara maju dan berkembang profesi ini begitu berperan dan salah satunya adalah melakukan foto retina dan melakukan edit dan upgrade dari foto retina. Insya ALLAH selepas saya melakukan training dan studi banding di singapura yang akan segera berakhir, saya mengundang para anggota grup ini dengan klasifikasi sebagai berikut :
1. Praktisi RO
Saya akan mengajarkan anda secara sukarela ataupun via seminar mengenai bagaimana mengoperasikan foto fundus dan edit foto fundus. Di singapura, tenaga yang melakukannya adalah optometris bukan profesi lainnya. Bagi pihak akademisi, insya ALLAH saya juga bersedia memberikan semacam kultum bagi para mahasiswanya. Apabila saya tidak salah dengar, alhamdulilah bahwasanya saya diberi kepercayaan oleh ALLAH sebagai perintis dalam bidang ini di indonesia.
2. Non Praktisi
Sebagai wujud rasa terima kasih atas nikmat&kepercayaan dari ALLAH melalui keikutsertaan anda dalam grup ini, maka saya mengajak dan mengundang anda untuk melakukan foto retina, terutama bagi yang mengalami permasalahan penglihatan dan penderita DM. Analisa dan penilaian akan diberikan pada waktu yang sama.
Teriring rasa syukur saya pada anda semua, karena tanpa doa dan keikutsertaan anda dalam grup ini, mungkin mustahil bagi saya untuk dipercaya menuntut ilmu dalam bidang yang belum dikenal khalayak indonesia. Mohon doanya moga saya bisa lulus dan terus aktif berperan serta dalam mencapai "vision 20/20" dan mencegah kebutaan via artikel dan usaha lainnya. Majulah Indonesiaku.
Langganan:
Postingan (Atom)